Cape Deh!

Angulimala berlari sekuat tenaga mengejar calon korbannya yang ke-1000. tetapi sekuat dan sekeras apa pun dia berusaha, tak terkejarlah Buddha yang nampak berjalan anggun seperti biasanya. Maka, ditengah deru napasnya Angulimala berteriak putus asa, “Bhikkhu, berhentilah! Bhikkhu, berhentilah!” Buddha, sembari tetap berjalan anggun, menjawab dengan penuh welas asih, “Aku telah berhenti, Angulimala. Engkaulah yang belum berhenti.”

Dalam kutipan dari kisah yang terkenal itu, Buddha ingin menunjukkan kepada Angulimala bahwa diri-Nya, yang telah cerah dan murni, telah berhenti dari perbuatan yang merugikan makhluk lain. Sebaliknya Angulimala, si kalung jari-jari yang tangannya berlumuran darah para korbannya, masih terus melakukan perbuatan keji yang merugikan makhluk lain.

Dari sudut pengertian lain, saya menganggap bahwa seruan Buddha itu juga berlaku bagi kita para pengelana Samsara ini: “Aku telah berhenti, para pengelana Samsara. Kalianlah yang belum berhenti.”

Tanpa usaha yang tekun dan bersemangat untuk merealisasikan pencerahan, kita hanya akan menyia-nyiakan waktu kita untuk terus berlari mengejar bayang-bayang ilusi. Dengan seruan agung laksana auman singa itu, kita tersadarkan bahwa sudah tiba saatnya untuk berkata, “Berhenti!

Cape

deh

!”

Chuang 01.08.07

One Response to “Cape Deh!”

  1. Chindy Says:

    Chuang,
    Angulimala ini salah satu kisah terfavorit saya..saya punya filmnya malah, hehe..
    oy,saya ud liat kilas triratana..whuuuaa, congrat yee….
    terus berkarya Chuang, seneng banget ada orang yang bisa nuangin perspektif buddhis dalam nuansa gaul. WhuaaaoW!
    doain buku saya jadi luncur november ini yee..saya fokus di masalah lingkungan. bukan untuk dijual sih, semacam panduan aj…untuk isu lingkungan chuang bisa kunjung di blog saya solam_sarangkabar.blogs.friendster.com
    Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta;)

Leave a Reply