Archive for August, 2007

Cape Deh!

Wednesday, August 1st, 2007

Angulimala berlari sekuat tenaga mengejar calon korbannya yang ke-1000. tetapi sekuat dan sekeras apa pun dia berusaha, tak terkejarlah Buddha yang nampak berjalan anggun seperti biasanya. Maka, ditengah deru napasnya Angulimala berteriak putus asa, “Bhikkhu, berhentilah! Bhikkhu, berhentilah!” Buddha, sembari tetap berjalan anggun, menjawab dengan penuh welas asih, “Aku telah berhenti, Angulimala. Engkaulah yang belum berhenti.”

Dalam kutipan dari kisah yang terkenal itu, Buddha ingin menunjukkan kepada Angulimala bahwa diri-Nya, yang telah cerah dan murni, telah berhenti dari perbuatan yang merugikan makhluk lain. Sebaliknya Angulimala, si kalung jari-jari yang tangannya berlumuran darah para korbannya, masih terus melakukan perbuatan keji yang merugikan makhluk lain.

Dari sudut pengertian lain, saya menganggap bahwa seruan Buddha itu juga berlaku bagi kita para pengelana Samsara ini: “Aku telah berhenti, para pengelana Samsara. Kalianlah yang belum berhenti.”

Tanpa usaha yang tekun dan bersemangat untuk merealisasikan pencerahan, kita hanya akan menyia-nyiakan waktu kita untuk terus berlari mengejar bayang-bayang ilusi. Dengan seruan agung laksana auman singa itu, kita tersadarkan bahwa sudah tiba saatnya untuk berkata, “Berhenti!

Cape

deh

!”

Chuang 01.08.07

Waktu

Wednesday, August 1st, 2007

Seberapa tuakah umur kehidupan kita? Seberapa panjangkah waktu telah berjalan? Bila mengingat kembali kata-kata Buddha, kita tahu dan tercengang akan betapa tak terbayangkannya panjang kehidupan ini. Beliau menegaskan bahwa, jika tulang belulang kita selama perjalanan dalam Samsara ini ditumpuk menjadi satu, maka tingginya akan menjulang lebih tinggi daripada gunung tertinggi sekali pun. Dan jika semua air mata yang kita cucurkan selama dalam pengelanaan kita ini dikumpulkan, jumlahnya akan melampaui seluruh air dari semua samudra.

Betapa tak terbayangkannya!

Mengingat kembali hal tersebut ,membuatku sadar bahwa sudah terlalu banyak waktu yang terbuang sia-sia dalam perjalananku dalam Samsara ini. Bahwa sudah tiba saatnya untuk berhenti berlari mengejar bayang-bayang ilusi. Kini adalah waktu untuk menyadari kesejatianku, untuk meraih apa yang seharusnya diraih, menyelesaikan apa yg semestinya diselesaikan.

Chuang 28.07.07