<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Mana Penjahatnya?</title>
	<atom:link href="http://chuang.blog.friendster.com/2007/06/mana-penjahatnya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://chuang.blog.friendster.com/2007/06/mana-penjahatnya/</link>
	<description></description>
	<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 12:21:20 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: Chindy</title>
		<link>http://chuang.blog.friendster.com/2007/06/mana-penjahatnya/#comment-8</link>
		<dc:creator>Chindy</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2007 08:27:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://chuang.blog.friendster.com/2007/06/mana-penjahatnya/#comment-8</guid>
		<description>Chuang, tulus..satu kata ini yang dalam perjalanan saya mencari dan mencari perhentian, saya tetapkan hati pada tulus inilah saya ingin berhenti. tulus akan menuntun kita melebur pada kemurnian. tiap masuk dalam  panggung nyata hidup, sungguh tidak mudah memakai tulus, tidak mudah menjaga interaksi panca skandha ini tetap dalam kemurnian..saya selalu merasa kikuk Chuang..mungkin memang butuh waktu, dan memang tulus yang saya  impikan butuh ruang dan waktu untuk mengujinya..mengujinya dalam tiap detak pikiran, rasa dan lakon saya...go! go! go!
saya berharap saya mampu memulihkan getar kemurnian dalam tiap balon hidup yang saya tiupkan. seperti saing ini, ketika pulang dari dinas, saya melihat segerombolan bebek lepas mandi di kali, mengibas-ngibaskan bulunya, sebagian masih bermain, berlima, mencelupkan kepalanya di air, hampir berbarengan hingga terlihat seperti sedang menari..sungguh, saya turut merasakan gegap riang canda mereka...inilah salah satu wajah kemurnian yang saya kejar sobat...
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Chuang, tulus..satu kata ini yang dalam perjalanan saya mencari dan mencari perhentian, saya tetapkan hati pada tulus inilah saya ingin berhenti. tulus akan menuntun kita melebur pada kemurnian. tiap masuk dalam  panggung nyata hidup, sungguh tidak mudah memakai tulus, tidak mudah menjaga interaksi panca skandha ini tetap dalam kemurnian..saya selalu merasa kikuk Chuang..mungkin memang butuh waktu, dan memang tulus yang saya  impikan butuh ruang dan waktu untuk mengujinya..mengujinya dalam tiap detak pikiran, rasa dan lakon saya&#8230;go! go! go!<br />
saya berharap saya mampu memulihkan getar kemurnian dalam tiap balon hidup yang saya tiupkan. seperti saing ini, ketika pulang dari dinas, saya melihat segerombolan bebek lepas mandi di kali, mengibas-ngibaskan bulunya, sebagian masih bermain, berlima, mencelupkan kepalanya di air, hampir berbarengan hingga terlihat seperti sedang menari..sungguh, saya turut merasakan gegap riang canda mereka&#8230;inilah salah satu wajah kemurnian yang saya kejar sobat&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
