Archive for June, 2007

Mana Penjahatnya?

Friday, June 22nd, 2007

Keponakan saya yang berumur empat tahun, karena belum bisa membaca, maka setiap kali menonton film kartun yang tak disulihsuarakan dari bahasa aslinya dia selalu bertanya-tanya kepada saya mengenai jalan cerita dari film tersebut. Pertanyaannya berkisar antara, "Sanfu (panggilan paman kakak dari ayah), dia lagi ngapain tuh?" atau "Kenapa orang itu?" , dan yang paling saya ingat adalah, "Yang itu jahat ya?" atau "Mana penjahatnya?"

Tanpa kita sadari, kita sudah terbiasa dengan pola dualitas dunia yang menggerakkan kehidupan kita. Ada siang dan malam, pasang dan surut, baik dan jahat. Ada tokoh protagonis dan ada lawannya, antagonis. Bila dalam sebuah cerita atau film hanya ada tokoh protagonis tanpa lawannya, maka kebanyakan dari kita akan menganggap film atau cerita itu kurang menarik atau malah tidak menarik, tidak realisitk.

Padahal, andaikata dunia kita hanya berisikan hal-hal yang baik-baik saja, hanya ada orang baik tapi tidak ada penjahatnya, hanya ada cuaca yang baik dan bersahabat dan tidak ada badai dan segala macam yang menakutkan itu, maka tidakkah kehidupan kita menjadi jauh lebih menyenangkan dan bahagia? Mungkin benar menjadi tidak seseru kebut-kebutan antara polisi melawan penjahat, atau kejar-kejaran Tom yang ingin memangsa Jerry. Tetapi saya yakin bahwa, andaikata dunia baik-baik seperti itu sungguh-sungguh ada, maka dunia itu tetap saja menarik dan memiliki unsur ke-heboh-annya sendiri yang khas, yang barangkali tidak sama dengan dunia dualitas kita kini, tetapi tetap saja menarik dan jauh lebih membahagiakan daripada yang kita kenal sekarang ini.

Dalam sebuah film para penjahat mungkin berguna untuk memancing ketegangan, tetapi dalam kehidupan nyata, andaikata boleh memilih, saya akan lebih suka hidup di sebuah dunia di mana setiap orang dapat bersikap baik dan tulus, penuh kasih kepada setiap makhluk.

Chuang 240407

Film

Friday, June 22nd, 2007

Hidup ini seperti sebuah film, kata tokoh tak bernama pada bagian awal film "Perhap Love". Dan setiap orang adalah tokoh utama dalam filmnya masing-masing.

Tetapi, terkadang seseorang merasa bahwa dirinya adalah tokoh utama dalam film orang lain, sementara dalam kenyataannya dia bukanlah apa-apa. Atau yang lebih tragis lagi, perannya sudah diganti atau dihilangkan sementara dia sendiri tidak menyadarinya.

Seorang bayi menjadi tokoh utama dalam film sang ibu yang mengasihinya. Tetapi tidak ada jaminan bahwa 20 tahun mendatang, apakah sang ibu masih hadir sebagai tokoh penting dalam film si anak?

Hidup adalah seperti sebuah film. Untuk dapat menjalankannya dengan bahagia, kita harus pandai-pandai melapangkan hati, tidak melekati peran kita dan selalu siap untuk menerima segala kemungkinan. Karena hidup, seperti juga sebuah film, adalah aliran perubahan yang terus menerus dari satu adegan ke adegan lain, dari satu peran ke peran berikutnya sampai kita tahu dan sadar akan kesejatian kita.

Chuang 070607