Menjadi Ksatria Pelangi
Ketka suatu hari aku membaca kisah mengenai para pembela dan pecinta bumi yang tergabung dalam kelompok “Green Peace”, hatiku ikut bergetar dan terharu. Ingin sekali aku mengikuti jejak mereka, menjadi ksatria pelangi yang melindungi dan membela ibu bumi dari orang-orang serakah yang hendak mencabik-cabiknya.
Tetapi untuk mengikuti jejak langkah mereka yang sudah berjalan begitu jauh, berlari demikian kencang, kurasa aku masih belum mampu. Bukannya ingin mencari alasan pembenar atau berlagak cengeng, tetapi kenyataan berbicara, sampai batas-batas tertentu aku memiliki banyak sekali kelemahan dalam diriku yang tak memungkinkan aku dengan gagah berani, misalnya, ikut serta menghadang kapal tanker pembawa limbarh nuklir, atau pergi ke suatu tempat untuk mencegah terjadinya percobaan bom atom.
Untunglah sebagai anak-anak bumi, kita semua memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk mencintai ibu kita. Dan itu pun tak harus dilakukan dengan satu cara yang sama, sebab cinta dapat diekspresikan dengan seribu satu cara.
Maka, biarlah anggota-anggota “Green Peace” menjadi ksatria-ksatria pelangi yang besar nan gagah berani, dan bertarung di pentas yang lebih megah. Aku cukup puas menjadi seorang ksatria pelangi kecil, yang mencintai ibu bumi dengan cara yang sederhana:
1. Sedapat mungkin tak pernah menyisakan dan membuang makanan dan minuman.
2. Selalu menyimpan tas plastik untuk digunakan berulang-ulang selama mungkin.
3. Selalu ingat untuk mematikan lampu atau peralatan elektronik jika sudah tidak diperlukan lagi. Juga, selalu ingat untuk menutup kran air supaya air tak terbuang percuma.
4. Selalu ingat untuk mengumpulkan kertas-kertas tak terpakai, atau yang menjadi limbah buangan dari proses pencetakan yang tak sempurna, atau kertas-kertas dari kalender china, untuk dipakai menulis pesan-pesan pendek atau draf esai (seperti juga esai ini). Atau cuma iseng-iseng dilipat menjadi pesawat-pesawatan untuk meriangkan hati keponakanku.
5. Suatu saat, aku ingin memiliki rumah yang ramah lingkungan, nyaman dengan tamannya yang luas dan pohon-pohon yang rindang, dan dibuat berdasarkan eko arsitektur.
Chuang 010405